RI Minta Rusia Setop Rekrutmen WNI Jadi Tentara, Pengamat: Langkah Tepat

Niko Prayoga
Pengamat militer menilai permintaan tersebut menjadi langkah yang dapat ditempuh di tengah informasi 292 WNI yang disebut direkrut menjadi tentara Rusia. (Foto: Ilustrasi/AP)

“Seharusnya bisa kalau pemerintah Rusia serius. Kan dia punya otoritas, dia punya network, dia punya jaringan artinya kan punya otoritas sebenarnya pemerintah Rusia. Harusnya bisa, makanya Indonesia harus lebih tegas lah kepada Rusia menurut saya. Artinya, dalam sisi diplomatis, di sisi kebijakan luar negeri, Indonesia harus punya sikap tegas terhadap Rusia agar menghentikan,” tuturnya.

Di sisi lain, Beni menyoroti dilema pemerintah Indonesia terkait perlindungan terhadap WNI yang diduga bergabung dengan militer Rusia. Dia menyinggung ketentuan dalam Pasal 23 huruf d dan e Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Ketentuan tersebut mengatur sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan kewarganegaraan Indonesia, termasuk masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden.

Beni menilai persoalan status kewarganegaraan tersebut perlu menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan langkah perlindungan terhadap mereka. Namun, di sisi lain, pemerintah juga perlu memperhatikan keluarga para WNI yang meminta bantuan.

“Ya ini jadi cukup dilematis buat pemerintah Indonesia. Di satu sisi secara otomatis ketika dia sudah gabung menjadi tentara Rusia, harusnya kewarganegaraannya hilang, sehingga pemerintah Indonesia di satu sisi mungkin secara optimal nggak bisa, tapi kan karena dengan latar belakang dia orang Indonesia, keluarganya menelepon ke KBRI, di satu sisi harus ditolong juga,” ucap Beni.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
3 hari lalu

Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas 50 Hilang

4 hari lalu

Kasus WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Korbannya Warga Sipil hingga Eks TNI-Polri

5 hari lalu

Polri Bongkar TPPO Modus Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia, 58 Orang Jadi Korban

6 hari lalu

AS Undang Rusia ke KTT G20, Eropa Protes: Menormalisasi Perang Ukraina! 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal