Rp2.548 Triliun Kredit Masih Nganggur, Bos BI Ungkap Penyebabnya

Anggie Ariesta
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti buka suara terkait masih tingginya angka kredit nganggur. (Foto: YouTube Bank Indonesia)

"Kenapa? Karena disitu kita akan melihat bank-bank yang terlalu banyak mengalokasikan aset likuid-nya dalam bentuk SSB, apakah itu SBN atau SRBI, itu kita akan memberikan disincentive, jadi dalam bentuk GWM (giro wajib minimum)-nya,” ungkap Destry.

Sebaliknya, bank yang menjaga kepemilikan surat berharga di bawah ambang batas serta aktif menyalurkan kredit dapat memperoleh tambahan insentif likuiditas. Secara keseluruhan, BI menetapkan total KLM paling tinggi 6 persen dari DPK mulai September 2026. 

“Maka kita akan memberikan mereka insentif, yaitu penurunan GWM, sehingga akan terjadi penambahan likuiditas buat mereka, karena mereka juga menyalurkan kreditnya,” pungkas Destry.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
1 hari lalu

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Bertanda Tangan Perry Warjiyo dan Purbaya

3 hari lalu

Pimpin Rapat Dewan Gubernur Perdana, Destry Putuskan BI Rate Tetap 5,75 Persen

3 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen selama 3 Bulan Berturut-turut

3 hari lalu

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal