Selain menyediakan pelayanan kesehatan dasar dan penanganan kegawatdaruratan, RS Lapangan Ruteng dilengkapi ruang operasi untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan bedah.
Sumarjaya menjelaskan, pembangunan RS Lapangan merupakan bagian dari respons Kemenkes terhadap kondisi fasilitas kesehatan yang terdampak gempa.
“Kalau bicara tentang bencana gempa pasti akan terjadi masalah kesehatan seperti fraktur, patah tulang, luka robek dan lain sebagainya. Setelah kita lakukan risk assessment, ternyata ada dua rumah sakit yang membutuhkan rumah sakit lapangan karena gedungnya sudah rusak dan tidak layak untuk dilakukan pelayanan,” katanya.
Menurut Sumarjaya, RS Lapangan disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan rujukan, termasuk tindakan operasi, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat terdampak.
“Rumah sakit lapangan ini bisa untuk ruang operasi, perawatan, IGD dan yang lainnya. Kita juga memberikan bantuan logistik lainnya, seperti masker dan obat-obatan dasar di puskesmas-puskesmas terdampak. Jadi pelayanan ini selain untuk pelayanan kesehatan rujukan juga untuk pelayanan kesehatan dasar,” lanjutnya.