“Pemerintah bisa menyiapkan bahan, kemudian masyarakat ikut bekerja membangun kembali rumahnya. Ini seperti yang pernah dilakukan di Yogyakarta setelah gempa,” ujarnya.
JK mencontohkan penanganan pascagempa di Yogyakarta. Saat itu, pemerintah menyediakan bahan bangunan, sedangkan masyarakat bersama mahasiswa teknik membantu proses pembangunan. Warga juga mendapat dukungan biaya kerja sehingga tetap memiliki penghasilan selama masa pemulihan.
Dia menegaskan korban bencana tidak seharusnya hanya menunggu bantuan, tetapi perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pemulihan.
“Jangan sampai pengungsi hanya duduk menunggu. Mereka harus bekerja dan terlibat dalam membangun kembali kehidupannya,” kata JK.
Untuk penanganan di NTT, JK menyebut PMI akan melakukan pendataan kebutuhan material yang paling diperlukan masyarakat, seperti seng, semen, dan berbagai perlengkapan pembangunan lainnya. Bantuan tersebut nantinya disalurkan berdasarkan hasil survei di lapangan sehingga material yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan korban gempa.