Rupiah Dibuka Melemah usai Gubernur BI Mundur, Tembus Rp18.091 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Ilustrasi rupiah dibuka melemah pada Selasa (28/7/2026). (Foto: iNews.id)

Dia menilai pengunduran diri Perry terjadi di tengah tekanan terhadap rupiah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran. Ibrahim juga menyoroti adanya dugaan dorongan agar kebijakan moneter BI disesuaikan dengan arahan pemerintah.

“Ini membuat presiden, pemerintah dan DPR sering melakukan intervensi terhadap independensi Bank Indonesia,” ujarnya.

Selain faktor domestik, Ibrahim menilai tekanan terhadap rupiah juga dipicu eskalasi konflik geopolitik yang mengganggu jalur logistik energi global di Selat Hormuz. Kondisi tersebut ikut mendorong kenaikan harga minyak mentah.

Dia menjelaskan intensitas lalu lintas kapal pengangkut komoditas yang melintasi Selat Hormuz dilaporkan menurun. Di sisi lain, arus pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb juga melambat setelah serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas minyak milik Arab Saudi.

Gangguan pada jalur perdagangan energi global tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi energi dan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Fed.

“Pasar sekarang melihat peluang sebesar 78 persen akan ada kenaikan suku bunga pada bulan September, sementara pada pertemuan 28-29 Juli, The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah,” pungkas Ibrahim.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
2 hari lalu

KSSK Tegaskan Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal III 2026 Terjaga, Soroti Tekanan Rupiah dan Isu MSCI

2 hari lalu

Rupiah Kembali Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Rp18.160 per Dolar AS

3 hari lalu

Prabowo Kumpulkan Menkeu hingga Gubernur BI di Istana, Ada Apa?

6 hari lalu

Masih Loyo, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Rp18.147 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal