Rupiah Jebol, Produsen Otomotif di Indonesia Ketar-ketir

Dani M Dahwilani
Produsen otomotif mengeluhkan depresiasi rupiah telah memukul biaya produksi karena masih ada sejumlah komponen kendaraan berasal dari impor.

Tekanan kurs membuat Daihatsu harus memutar otak untuk menahan lonjakan biaya produksi. ADM kini melakukan restrukturisasi biaya dan efisiensi di lini manufaktur demi menjaga harga kendaraan tidak langsung melonjak di pasar.

"Jadi kita lakukan beberapa hal. Pertama, kita restructure biaya dan melakukan efisiensi di manufacturing kita," katanya.

Tak hanya itu, Daihatsu juga mulai bergerak mencari jalan keluar dengan mempercepat pengembangan komponen lokal. Langkah tersebut dilakukan agar ketergantungan terhadap produk impor bisa ditekan saat dolar AS terus menguat.

"Lalu yang kedua, kita ada pembahasan juga dengan total supply chain kita. Untuk mencari solusi dalam pengembangan lokalisasi, dari beberapa part impor. Bukan part ya, tepatnya mungkin komponen," ujar Sri Agung.

Dia mengakui, jika pelemahan rupiah terus berlanjut maka tekanan terhadap industri otomotif akan semakin besar. Menurut dia, kondisi ini bukan hanya dialami Daihatsu, tetapi juga seluruh produsen otomotif yang beroperasi di Indonesia.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
5 hari lalu

BI Beberkan Jurus untuk Tarik Investor Asing ke Aset Rupiah 

6 hari lalu

Rupiah Diramal Bertahan di Level Rp18.000 per Dolar AS hingga Akhir Tahun

7 hari lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar

9 hari lalu

16 Komunitas Otomotif Kumpul di Automechanika Berburu Komponen Kendaraan Lawas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal