Selanjutnya terdapat 27,8 persen atau 143 kabupaten/kota dengan jumlah kasus aktif antara 11-50 orang. Lalu 16,9 persen atau 87 kabupaten/kota dengan kasus aktif di rentang 51-100 orang.
"Hal ini menjadi bukti masyarakat memiliki ketahanan dalam menghadapi pandemi dan modal kita untuk terus menjaga ketangguhan dan tetap semangat," ujarnya.
Jumlah kabupaten/kota dengan kasus aktif di bawah 100 orang itu, menurut Wiku diharapkan menjadi motivasi untuk seluruh kepala daerah lainnya dalam mendorong perbaikan penanganan covid-19 di wilayahnya masing-masing.
"Sedikit lagi penanganan ditingkatkan, maka kasus aktif dapat ditekan hingga tidak ada sama sekali," ucapnya.
Namun Wiku menekankan yang menjadi tugas bersama yaitu perlunya perhatian khusus pada 29 persen atau 149 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif antara 101-1000 orang. Bahkan terdapat 4,5 persen atau atau 23 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif di atas 1.000 orang.
Besaran kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif di atas 100 orang berada di angka 33,5 persen atau 172 daerah. Wiku meminta pemda harus mengevaluasi penanganan Covid-19 di wilayahnya. Dia juga menegaskan agar penanganan covid-19 ditingkatkan dengan terus memastikan kualitas pelayanan untuk pasien.
"Dan yang paling penting tegakkan pengawasan protokol kesehatan di seluruh masyarakat tanpa pandang bulu," katanya.