Sejarah Ketupat Lebaran, dari Mana Asalnya? Ini Makna Filosofinya

Syaula Aida Rizqiyah
ilustrasi sejarah ketupat Lebaran di Indonesia (freepik)

Ketupat berasal dari kata “kupat” dan memiliki arti ganda, yakni ngaku lepat atau mengakui kesalahan. Selain itu, penggunaan janur atau daun kelapa sebagai pembungkus, memiliki akronim "jatining nur", atau dalam bahasa Jawa memiliki arti "hati nurani".

Makna yang terkandung ialah manusia harus membersihkan hati dari segala macam hal negatif, sehingga bisa kembali ke fitri dan kembali suci dengan saling memaafkan.

Filosofi Ketupat

Jika dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat ini, maka hal itu mencerminkan keragaman masyarakat yang harus dilekatkan dengan tali silaturahmi.

Selanjutnya, bentuk ketupat yang memiliki empat sisi melambangkan empat macam nafsu dasar manusia, yaitu amarah (emosi), lawwamah (lapar dan haus), sufiah (nafsu untuk memiliki sesuatu yang bagus atau indah), dan mutmainah (memaksa diri).

Terakhir, komponen paling penting ketupat adalah beras yang dilambangkan sebagai hawa nafsu. Jika digabungkan dengan makna janur tadi, ketupat memiliki arti manusia yang menahan nafsu dengan mengikuti hati nurani.

Demikian sejarah ketupat Lebaran. Jadi sudah tahukan dari mana asal hingga filosofinya? Selamat Lebaran!

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Awas Macet! Hindari Lokasi-Lokasi Ini di Banten saat Lebaran

Nasional
4 hari lalu

Menhub Dukung WFA saat Mudik Lebaran, Lalu Lintas Jadi Lebih Terkendali

Megapolitan
5 hari lalu

Jelang Ramadan, Taman Margasatwa Ragunan bakal Sesuaikan Jam Operasional

Nasional
5 hari lalu

BGN Atur Distribusi MBG saat Imlek hingga Ramadan-Lebaran, Begini Skemanya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal