Sejarah Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883, Dampaknya Sampai Eropa

Tim iNews
Lukisan ilustrasi meletusnya Gunung Krakatau tahun 1883 (dok. Wikimedia)

Kajian tsunami modern menunjukkan gelombang yang ditimbulkan letusan mencapai puluhan meter di sejumlah kawasan pesisir Selat Sunda. GeoNet, lembaga pemantauan geohazard Selandia Baru, menyebut tsunami sekitar 30 meter dan menyebut sekitar 165 desa pesisir di Jawa dan Sumatra terdampak.

Setelah rangkaian ledakan berakhir, pemandangan di Selat Sunda berubah. Krakatau yang sebelumnya merupakan pulau besar sebagian besar telah lenyap. Keruntuhan tubuh gunung membentuk sebuah kaldera besar di bawah laut.

Menurut Smithsonian Global Volcanism Program, letusan 1883 menghancurkan kerucut Danan dan Perbuwatan serta menyisakan bagian dari Rakata.

Dari kawasan kaldera inilah kelak muncul gunung api baru yang dikenal sebagai Anak Krakatau. Anak Krakatau tumbuh di dalam kaldera yang terbentuk akibat letusan 1883. Aktivitas erupsi Anak Krakatau kemudian mulai tercatat sejak 1927.

Dunia Ikut Merasakan Dampaknya

Dampak letusan Krakatau tidak berhenti di Indonesia. Material vulkanik yang terlontar sangat tinggi ke atmosfer memengaruhi kondisi langit di berbagai wilayah dunia, termasuk di Eropa.

Beberapa bulan setelah letusan, laporan mengenai matahari terbenam dengan warna merah dan jingga yang tidak biasa bermunculan di berbagai tempat.

Natural History Museum Inggris mengungkapkan, letusan Krakatau berkontribusi terhadap perubahan atmosfer dan pendinginan global setelah erupsi.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
15 hari lalu

Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Hilang Kontak, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi Bantu Pencarian

15 hari lalu

Pencarian Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Hilang Kontak Diperluas, 7 Tim Sisir Selat Sunda

15 hari lalu

Tim SAR Fokus Cari Jurnalis iNews dan 4 Wartawan di Pesisir Lampung, Arus Mengarah ke Barat Daya

14 hari lalu

Masker Basah Bisa Tangkal Abu Vulkanik? Dokter Bongkar Faktanya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal