Sejarah Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883, Dampaknya Sampai Eropa

Tim iNews
Lukisan ilustrasi meletusnya Gunung Krakatau tahun 1883 (dok. Wikimedia)

US Geological Survey (USGS) menyebut, selama fase klimaks sekitar 23 jam pada 26-27 Agustus, lebih dari 4 mil kubik material vulkanik terlontar dari Krakatau. Letusan tersebut menyebabkan kehancuran besar dan menewaskan lebih dari 36.000 orang.

Besarnya letusan juga tercermin dari perubahan tekanan udara yang terekam di berbagai tempat.

Tsunami Menjadi Pembunuh Utama

Bukan hanya ledakan dan abu vulkanik yang menyebabkan banyak korban. Tsunami yang menyapu pesisir Jawa dan Sumatra menjadi salah satu penyebab utama kematian.

Runtuhnya sebagian besar tubuh Krakatau ke dalam kawasan laut dan material vulkanik yang bergerak memasuki laut menghasilkan gelombang besar. Tsunami menyapu garis pantai di sekitar Selat Sunda.

National Centers for Environmental Information (NOAA) mencatat sekitar 36.000 orang meninggal akibat bencana Krakatau 1883. Bagian utara Pulau Krakatau runtuh ke bawah laut pada 26 Agustus, memicu aliran lava, batu apung, abu, serta tsunami yang menghantam kawasan pesisir.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
15 hari lalu

Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Hilang Kontak, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi Bantu Pencarian

15 hari lalu

Pencarian Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Hilang Kontak Diperluas, 7 Tim Sisir Selat Sunda

15 hari lalu

Tim SAR Fokus Cari Jurnalis iNews dan 4 Wartawan di Pesisir Lampung, Arus Mengarah ke Barat Daya

14 hari lalu

Masker Basah Bisa Tangkal Abu Vulkanik? Dokter Bongkar Faktanya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal