Sistem Kepercayaan pada Masa Praaksara

Komaruddin Bagja
Sistem kepercayaan pada masa praaksara (Foto: ilmu pelajaran)

Sistem kepercayaan pada masa praaksara

Kepercayaan agama atau sistem kepercayaan telah ada sejak zaman praaksara dan sebelum kedatangan agama Hindu dan Buddha, masyarakat Indonesia mengamalkan animisme dan dinamisme

Bukti-bukti peninggalan dari zaman praaksara menunjukkan bahwa manusia pada masa itu telah mengenal sistem kepercayaan sejak zaman Neolithikum. Konsep dan karakteristik sistem kepercayaan manusia purba dapat ditelusuri melalui artefak zaman Neolithikum. 

Pada masa Neolithikum, terdapat kebudayaan Megalithikum yang erat hubungannya dengan sistem kepercayaan manusia purba. Kebudayaan Megalithikum merupakan tradisi dan kebudayaan purba yang menggunakan batu-batu besar untuk tujuan keagamaan. Artefak seperti menhir, dolmen, arca, waruga, sarkofagus, dan punden berundak dari Kebudayaan Megalithikum memberikan pemahaman tentang sistem kepercayaan manusia purba. 

Selain itu, sistem kepercayaan manusia purba pada masa pra-aksara dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu animisme, dinamisme, dan totemisme.

1.Animisme 

Animisme adalah sistem kepercayaan yang memuja makhluk halus dan roh nenek moyang. Manusia purba yang menganut animisme selalu memohon perlindungan dan meminta sesuatu kepada roh nenek moyang, seperti kesehatan, kesuburan, dan keselamatan.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
3 tahun lalu

Bagaimana Sistem Kepercayaan pada Masa Perundagian?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal