Menurutnya, anggaran untuk iuran PBI berada di kisaran Rp47 triliun. Sementara itu, tambahan Rp20 triliun disiapkan khusus untuk memperkuat kondisi keuangan BPJS Kesehatan.
"Kalau yang penerima bantuan iuran anggarannya kira-kira Rp47 triliunan, sementara tambahannya itu sekarang Rp20 triliun dan akan segera dicairkan untuk mendukung keuangan BPJS pada bulan Oktober ini, artinya 2 hari lagi, dan juga bulan November, sehingga nanti keuangan BPJS akan ter-cover dengan baik," ucapnya.
Dukungan anggaran untuk iuran PBI sendiri telah diberikan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Kementerian Keuangan dalam dokumen APBN, realisasi alokasi iuran PBI JKN pada 2023 mencapai Rp46,5 triliun untuk 96,8 juta peserta.
Anggaran tersebut kembali dialokasikan sebesar Rp46,5 triliun pada APBN 2024 dengan jumlah peserta yang sama. Pada APBN 2025, alokasi iuran PBI meningkat menjadi Rp48,7 triliun.
Dalam rapat terbatas tersebut, Suahasil juga melaporkan perkembangan kepesertaan JKN kepada Presiden Prabowo Subianto. Dia menyebut, jumlah peserta JKN saat ini mencapai 285 juta jiwa dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 80,6 persen.