Sudaryono kemudian menyinggung banyaknya hujatan terhadap Prabowo di media sosial. Menurut dia, orang yang menghujat Prabowo memang ada, tetapi keramaian di media sosial membuat orang lain ikut melakukan hal serupa.
"Jadi Pak Prabowo dihujat, itu yang menghujat sebetulnya adalah orang, tapi orang kemudian karena ramai dia ikut menghujat," katanya.
Dia menilai sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap positif justru tidak ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satunya terkait pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Tapi orang tuh enggak bahas misalnya guru honorer tahun ini diangkat jadi PPPK, PPPK paruh waktu dijadikan penuh waktu, yang penuh waktu dipertimbangkan jadi ASN, tidak ramai," ujarnya.
Sudaryono kemudian menegaskan dukungannya kepada Prabowo. Dia menyebut penghujatan terhadap Prabowo di media sosial tidak boleh dibiarkan mengalahkan narasi yang menurutnya positif.