Kemudian pada poros kedua, Ardian mengungkapkan kontestannya datang dari koalisi Indonesia bersatu (KIB) yang merupakan gabungan tiga partai parlemen yaitu Golkar, PAN dan PPP. Menurutnya, calon kuat yang akan diusung kemungkinan besar datang dari Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.
"Poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) diyakini bakal menjadi wadah bagi Airlangga Hartarto untuk maju di Pilpres 2024. Potensi poros ini memberikan tiket pada sosok Airlangga meski elektabilitasnya masih belum memasuki lima besar," kata Ardian.
Terakhir, poros ketiga atau poros sisa dunia yang diisi oleh partai parlemen yang belum secara tegas menentukan posisinya seperti Gerindra, Nasdem, PKS, Demokrat dan PKB. Akan tetapi, Ardian menilai dalam poros ketiga ini akan menghadirkan sosok Prabowo Subianto karena menjadi calon dari salah satu partai terbesar selain PDIP dan Koalisi Indonesia Bersatu.
"Prabowo kemungkinan besar kuat menjadi calon dari poros ketiga lantaran memiliki tiket dari partainya dan masih didukung elektabilitas yang tertinggi," ujar Ardian.
Namun demikian, selain ketiga poros dengan potensi tiket dari partai di parlemen, tokoh yang memiliki elektabilitas tertinggi setelah Prabowo adalah dua orang kepala daerah. Keduanya yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur JatengGanjar Pranowo.