Tak Mau Singgung soal Kosongnya Wakil Panglima TNI, AM Hendropiyono: Nanti Jadi Ramai

Trisya Frida
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud (AD) Hendropriyono

JAKARTA, iNews.id - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud (AD) Hendropriyono tak ingin mengomentari jabatan wakil panglima TNI yang masih kosong hingga saat ini. Menurut dia, ada persoalan yang jauh lebih penting dibanding harus memikirikan persoalan organisasi.

Profesor di bidang Ilmu Filsafat Intelijen pertama di dunia ini merasa tidak perlu membahas kekosongan posisi Wakil Panglima TNI ini agar tidak timbul masalah baru dan tidak ramai diperbincangkan.

"Saya enggak mau omong soal itu nanti jadi rame. Saya cuma mau omong soal Papua, ini berbahaya," ujar Hendropriyono di Kawasan Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).

Penggagas lahirnya Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di Sentul, Bogor, Jawa Barat (Jabar) ini menyebut yang menjadi fokus TNI adalah pembahasan tentang penyelesaian konflik di Papua.

"Sekarang kita hadapi kasus Papua. Saya tidak mau bicara soal organisasi di sini," kata Hendropriyono.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66/2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Perpres yang ditandatangani pada 18 Oktober 2019 itu, Presiden menghidupkan kembali jabatan Wakil Panglima TNI.

Seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Sekretariat Negara, setneg.go.id, Kamis, 7 November 2019, jabatan tersebut tertulis dalam Pasal 13 ayat (1). Pasal itu menyebutkan, unsur pimpinan Markas Besar TNI, yakni tertinggi Panglima TNI, kemudian Wakil Panglima TNI.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

5 Fakta 4 Oknum TNI Diduga Siram Air Keras ke Aktivis KontraS, 3 Pelaku Berpangkat Perwira

Nasional
3 hari lalu

Koalisi Masyarakat Dorong Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Diadili di Peradilan Umum

Buletin
3 hari lalu

4 Prajurit TNI Terduga Penyiram Air Keras Andrie Yunus Ditahan, dari Matra AL dan AU

Nasional
3 hari lalu

4 Prajurit TNI Terduga Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Berasal dari BAIS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal