Tegas, PBNU Sebut Segala Bentuk Politik Identitas Harus Ditinggalkan

Widya Michella
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (dua dari kanan) menegaskan segala bentuk politik identitas harus ditinggalkan. (Foto: Istimewa)

Yang terpenting, kata Gus Yahya kerukunan bakal tercipta selama mereka bersedia hidup berdampingan dan bisa menerima platform negara yang kita hidupi bersama.

"Terkait kelompok-kelompok radikal kita tidak mau engage mereka dengan perspektif permusuhan. Tidak. Ini cara untuk bisa hidup berdampingan dengan damai," kata dia.

Menurutnya, pendekatan radikalisme sebagai identitas dan menghadapi mereka sebagai permusuhan pada akhirnya hanya melahirkan masalah baru. Sementara masalah awal pun tidak juga ditemukan solusinya.

"Kalau kita lihat ada masalah dan mau mencari jalan keluar dari masalah, ya, kita harus bicara dengan pihak-pihak yang terlibat dengan masalah itu. Untuk mencari jalan keluar," tutur Gus Yahya.

Pendekatan permusuhan, kata Gus Yahya sudah seharus ditinggalkan. Kemudian, kata dia, cara pendekatan tanpa memandang politik identitas itu pula menjadi cara NU dalam menyelesaikan masalah.

"Ini adalah positioning NU yang kita teguhkan ke depan. Kita tidak mau memperparah keadaan, kita mau mencari solusi," tutur dia.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
14 hari lalu

PBNU Tetapkan Awal Ramadan 1447 H Jatuh Kamis 19 Februari 2026

Nasional
15 hari lalu

PBNU Setuju Larangan Sweeping Warung Makan saat Puasa: Semua Saling Menghormati

Nasional
17 hari lalu

Keluarga Kenang KH Abdul Wahab Hasbullah: Beliau Buktikan Muslim dan Nasionalis Tak Bertentangan

Nasional
23 hari lalu

Di Hadapan Para Ulama NU, Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal