Tembus Ganasnya Rimba Papua, Begini Kisah Kapten Kopassus Bikin Kesal Prajurit Belanda

Rizal Bomantama
Kopassus diterjunkan dalam operasi pembebasan Irian Barat (Papua). (Foto: kopassus.mil.id)

JAKARTA, iNews.id – Infiltrasi pasukan TNI terus dilakukan pada tahun 1962 untuk membebaskan Irian Barat (Papua saat ini) dari cengkeraman Belanda. Termasuk penerjunan satu detasemen RPKAD (Kopassus saat ini) yang dipimpin Kapten Benny Moerdani.

Pengerahan pasukan Kopassus yang dinamakan Operasi Naga itu tak berjalan mulus. Rimba Papua yang ganas bukanlah sesuatu yang akrab bagi prajurit bahkan untuk pasukan terlatih seperti Kopassus sekalipun. Kurangnya persiapan disebut-sebut menjadi biang gugurnya sejumlah prajurit dalam operasi ini.

Dalam buku “Kopassus untuk Indonesia, Profesionalisme Prajurit Kopassus”, kekacauan sudah terjadi menjelang pendaratan di mana urutan penerjun tidak sesuai kesepakatan, di samping para prajurit mengeluh beratnya beban ransel mereka yang mencapai 30 kg. Parahnya lagi prajurit terjun 30 km lebih ke utara dari dropping zone karena peta yang digunakan tidak akurat.

Angin kencang juga membuat pendaratan dari sejumlah pesawat Hercules tak berjalan mulus meski pesawat-pesawat sudah terbang serendah mungkin dan saling berdekatan. Akibatnya banyak pasukan yang tidak bertemu dengan rekannya hingga gencatan senjata tiga bulan kemudian, bahkan ada yang hilang sampai sekarang.

Penerjunan pasukan di malam hari juga membuat banyak prajurit tersangkut di pohon-pohon Papua yang tingginya mencapai 30-40 meter. Mereka kesulitan turun karena hanya dibekali tali sepanjang 20 meter. Selain itu ada juga pasukan yang mendarat di rawa-rawa dan langsung tenggelam karena ransel 30 kg yang mereka bawa.

Situasi itu membuat Kapten Benny Moerdani tak hilang akal. Dirinya sudah merencanakan agar prajurit melakukan konsolidasi di hari kedua setelah penerjunan. Setelah mengembalikan kondisi ke siap tempur, peralatan radio, cadangan amunisi, logistic cukup serta keberadaan komandan, pasukan Operasi Naga ini langsung bergerilya menuju jantung pertahanan Belanda di Merauke.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Momen Prabowo Bertemu Eks Ajudan hingga Pengawal Era Kostrad-Kopassus di Hambalang

Bisnis
13 hari lalu

Hadir di Timika, MNC Sekuritas Perkuat Literasi dan Inklusi Pasar Modal hingga ke Indonesia Timur

Nasional
19 hari lalu

Operasi Damai Cartenz: 28 Orang Ditangkap di Yahukimo, 9 Jadi Tersangka

Nasional
20 hari lalu

Pemerintah Perkuat Pengamanan Penerbangan Perintis di Papua Pascapenembakan Pesawat Smart Air

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal