Tim Jokowi-Ma'ruf Kritik Usulan Debat Kandidat Gunakan Bahasa Inggris

Aditya Pratama
Tim Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago. (Foto: iNews.id/ Aditya Pratama).

Dia menekankan, ada lima poin penting menjadi fokus Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Kelima program tersebut bisa disebut sebagai Nawacita jilid II, yang satu periode ini belum sempat terealisasi.

Pertama, fokus pembangunan manusia dengan beberapa langkah seperti pengurangan kemiskinan dan memberikan pemenuhan terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Kedua, pengurangan kesenjangan masyarkat antarwilayah dengan memaksimalkan laut sebagai penghubung antar masyarakat.

Ketiga, yaitu peningkatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan melalui pertanian industri pariwisata dan jasa produktif lainnya dan keempat, pemantapan energi, pangan, dan sumber daya Air. Kelima, yaitu mengusahakan penguatan ketahanan dan keamanan. "Dan kelima ketahaan nasional dan suksesnya pemilu. Itu program kita untuk 2019," katanya.

Sebelumnya, partai politik (parpol) koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno setuju jika debat capres dan cawapres menggunakan bahasa Inggris. “Boleh juga kali ya. Ya, makanya hal-hal perinci seperti itu perlu didiskusikan,” kata Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto, di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
3 hari lalu

Gugatan Bonatua soal Ijazah Jokowi di PTUN Dicabut, Ini Alasannya

6 hari lalu

Jokowi Kenang Sosok Eks Mendag Rachmat Gobel: Menteri yang Kerja Keras

7 hari lalu

Tiba di Pengadilan Jakarta Timur, Dokter Tifa Siap Bacakan Eksepsi 37 Halaman

8 hari lalu

Jokowi Siap Penuhi Panggilan Hakim dan Bawa Ijazah Asli ke Persidangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal