Tim Pemburu Koruptor Diragukan KPK, Ini Reaksi Mahfud MD

Riezky Maulana
Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Kemenkopolhukam).

Menurut pakar hukum tata negara ini, rencana inpres pun harus dibahas lintas lembaga dulu untuk dihitung manfaat dan efektivitasnya. Karena itu, dia setuju dengan pandangan Nawawi, pemerintah perlu belajar dengan kejadian lalu.

Kendati demikian, Mahfud menekankan, sebelum proses pembuatan TPK rampung, lembaga-lembaga yang turut mengawasi masalah korupsi tetap harus bekerja dengan optimal.

"Jadi tanpa harus menunggu tim pemburu, sebaiknya institusi-institusi resmi yang ada terus bekerja memburu koruptor dan menyelamatkan aset negara yang dirampok dengan cara korupsi," ucap mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Mahfud meyakini, baik Polri maupun Kejaksaan Agung (Kejagung) bisa lebih bekerja optimal setelah ini. Di sisi lain Kemenko Polhukam juga akan terus berkordinasi dengan institusi-institusi tersebut.

"Syukur-syukur sudah ada hasilnya sebelum ada pembentukan tim pemburu lagi," kata pria asal Madura ini.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
8 hari lalu

Sudaryono: Mayoritas Penghujat Prabowo di Medsos Robot, Dikendalikan Oligarki dan Koruptor

12 hari lalu

Prabowo Geram dengan Koruptor: Pura-Pura Ikhlas, Begitu Dikasih Jabatan Nyolong

13 hari lalu

Prabowo Bicara soal Wacana Hukuman Mati Koruptor: Kalau Dilaksanakan Nggak Bisa Diralat

14 hari lalu

Prabowo Bicara soal Aktor di Balik Massa Anarkistis: Koruptor hingga Mafia Narkoba

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal