TKN: Perubahan Koalisi Tunggu Jokowi Bertemu Ketua Umum Partai

Abdul Rochim
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani. (Foto: iNews.id).

"Kalau dianggap sudah cukup, berarti tidak nambah. Kalau dianggap belum cukup untuk menjamin dukungan bagi pemerintahan ya mungkin bisa nambah satu kira-kira," ujarnya.

Dia mengingatkan, jika bertambah satu parpol lagi dalam koalisi, kekuatan di parlemen sudah di atas 70 persen. Bila semua diajak, tentu fungsi check and balance di Senayan menjadi tidak ada lagi. Ini dianggap tidak bagus untuk demokrasi.

PDI Perjuangan juga mempertanyakan seadainya semua parpol akan satu barisan dalam pemerintahan. Berada di luar pemerintahan sebagaimana dialami PDIP selama 10 tahun juga suatu hal yang baik.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan mengindikasikan partainya bakal bergabung dalam barisan koalisi Jokowi-Ma’ruf. Namun, sebelum itu, PAN terlebih dahulu menggelar rapat kerja nasional dengan agenda utama menentukan sikap politik ke depan.

"Saya harus akui bahwa kemungkinan untuk PAN untuk bergabung ke pemerintah yang nanti bakal dipimpin Pak Jokowi sangat besar," tutur Bara di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (29/6/2019).

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
14 jam lalu

Polisi: Berkas Kasus Ijazah Jokowi Klaster Kurnia Tri Cs Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

1 hari lalu

Di Hadapan Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice

1 hari lalu

Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan buat Jokowi jika Sidang Tak Disetop

1 hari lalu

Pengacara: Jokowi hanya Ingin Keaslian Ijazah Diuji di Sidang, Tak Niat Penjarakan Dokter Tifa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal