TNI Pastikan Program Dedi Mulyadi Bukan Militerisme, Siswa Tak Diajari Menembak

Jonathan Simanjuntak
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi. (Foto: Jonathan Simanjuntak)

"Kalau pun nanti ada temuan ya pasti kita hukum. Kalau perlu kita penjara, pecat misalkan sampai fatal (akibatnya)," tutur Kristomei.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengungkapkan kegiatan siswa nakal selama di barak militer. Program ini sudah dijalankan sejak 1 Mei 2025.

Menurut dia, para siswa dibina selama 28 hari. Mereka akan menjalani kegiatan diawali bangun tidur pukul 04.00 WIB.

"Mereka bangun jam 4 pagi, Mereka mandi, salat subuh bagi yang beragama Islam, membereskan ruang tempat tidurnya, masuk ke masjid dan kemudian mendapat bimbingan rohani dari kiai yang menjadi bimbingan konselingnya," kata Dedi di kantor kementerian HAM, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Selanjutnya, kata dia, para siswa sarapan dan olahraga. Kemudian, mereka masuk ke ruang kelas mengikuti pendidikan formal.

"Kami mendatangkan guru dari berbagai tempat dan kemudian setelah itu mereka salat zuhur, Kemudian istirahat. Setelah istirahat mereka mengikuti program minat dan bakat melalui pendekatan olahraga," lanjutnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
1 hari lalu

Panglima Tinjau Gladi Bersih, Upacara HUT ke-81 TNI Siap Digelar Besok

6 hari lalu

Denny Indrayana cs Dinilai Tak Punya Legal Standing Gugat Ijazah Gibran ke MK

6 hari lalu

Perkara Gibran Dinilai Bukan Cuma soal Ijazah, Denny Indrayana Ungkap 5 Pelanggaran Konstitusi

8 hari lalu

Festival Band Piala Panglima TNI 2026 Digelar, Peserta Ada Pelajar hingga Pengamen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal