Update! Kemenkes Pastikan Wabah Pes Rusia Belum Masuk Indonesia

Niko Prayoga
Wabah Pes menghantui Rusia. (Foto: X)

Menurut Aji, deteksi dini dilakukan melalui pemeriksaan dokumen kesehatan dan pengamatan kondisi fisik penumpang yang tiba dari luar negeri. Petugas juga disiapkan untuk melakukan respons cepat apabila menemukan pelaku perjalanan dengan gejala yang mengarah pada penyakit menular berisiko tinggi.

Gejala yang menjadi perhatian antara lain demam, batuk, dan sesak napas. Jika ditemukan penumpang dengan gejala yang mengarah pada plague atau pes, petugas kesehatan bandara akan merujuknya ke rumah sakit rujukan penyakit infeksi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

"Deteksi awal dilakukan melalui analisis deklarasi kesehatan serta pengamatan tanda dan gejala, seperti demam, batuk, sesak napas, dan gejala lainnya. Apabila ditemukan pelaku perjalanan yang bergejala dan mengarah ke plague (pes), petugas kesehatan di bandara akan langsung merujuk kasus ke Rumah Sakit Rujukan Penyakit Infeksi untuk mendapatkan penanganan lanjutan," pungkas Aji.

Sebelumnya, kabar dugaan wabah pes di Rusia menjadi perhatian setelah sebuah tabung yang diduga berisi patogen Yersinia pestis, bakteri penyebab penyakit pes, dilaporkan pecah dan menewaskan seorang pekerja laboratorium pada 25 September 2026.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
3 hari lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

6 hari lalu

Jangan Panik! Wabah Pes Rusia Kecil Kemungkinan Masuk Indonesia dan Jadi Pandemi Baru

6 hari lalu

Epidemiolog Ungkap Risiko Wabah Pes Rusia Masuk Indonesia Sangat Kecil

2 hari lalu

Ingin Berobat Kanker Langka ke Singapura? Ini yang Perlu Dipertimbangkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal