Update Longsor Tambang Gunung Kuda Cirebon: 21 Korban Meninggal, Operasi SAR Dilanjutkan

Komaruddin Bagja
Tim SAR gabungan melaksanakan briefing dan evaluasi operasi pencarian korban longsor tambang galian C Gunung Kuda pada Senin (2/6). (Foto: BPBD Provinsi Jawa Barat)

Insiden terjadi karena pengerukan bukit secara masif tanpa memperhatikan standar keselamatan kerja. Penyelidikan kepolisian juga telah menetapkan dua orang tersangka, yakni pemilik tambang dan kepala teknik tambang.

“Tanpa aktivitas penambangan saja, kawasan Gunung Kuda sudah rawan longsor. Kini, akibat penambangan, kemiringan lereng mencapai 60 derajat, jauh di atas ambang aman, sehingga risiko longsor meningkat tajam,” jelas Abdul. 

Ia menambahkan bahwa kawasan Gunung Kuda memang dikenal sebagai wilayah rawan longsor, dan kerusakan lahan akibat tambang telah terpantau sejak 2009, dengan peningkatan signifikan sejak 2019.

Status tanggap darurat telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Cirebon sejak 30 Mei hingga 6 Juni 2025 guna mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban. 

Abdul Muhari mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah dan menegaskan bahwa BNPB akan terus memantau perkembangan serta mendukung penuh upaya penanganan darurat di lapangan.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
1 jam lalu

BNPB Deteksi 61 Titik Panas di IKN dan Kaltim, 400 Hektare Lahan Terbakar

21 jam lalu

Titik Api Karhutla Kalbar-Kalteng Melonjak, Jadi Prioritas Penanganan Nasional

1 hari lalu

Karhutla di Kalbar Belum Padam, 31 Titik Api Terdeteksi hingga Hari Ini

2 hari lalu

26 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Jambi-Sumsel, BNPB Minta Warga Pakai Masker

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal