JAKARTA, iNews.id - Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menyatakan aktivitas pendakian Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta hingga saat ini belum direkomendasikan. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang berisi ajakan untuk kembali membuka jalur pendakian Gunung Merapi.
Kepala BTNGM, Heri Wibowo mengatakan pihaknya telah menyampaikan sikap resmi melalui surat tertanggal 30 Juni 2026 sebagai respons atas permohonan pembukaan jalur pendakian dari kelompok masyarakat.
"Bahwa pendakian tersebut sebenarnya tidak kami rekomendasikan berdasarkan surat kami tanggal 30 Juni 2026 atas respons dari surat kelompok warga tanggal 30 Juni 2026 yang ternyata tidak diindahkan," kata Heri dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Menurut Heri, BTNGM telah menindaklanjuti permohonan pembukaan pendakian yang diajukan masyarakat sejak Juli 2025 dengan berbagai langkah, mulai dari kajian sosial dan ekonomi di Selo, webinar membahas pendakian Merapi, konsultasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), hingga diskusi dan musyawarah bersama.
Dari berbagai proses tersebut, BTNGM menyimpulkan faktor keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama karena status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.