“Bukan berarti lantas pengurangan, penyesuaian TKD itu pasti akan menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi,” kata dia.
Bima menilai, masih banyak sumber pertumbuhan yang dapat dikembangkan oleh pemda. Salah satunya dengan membangun ekosistem ekonomi dan mendorong hilirisasi pangan, termasuk di daerah yang memiliki keterbatasan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dia mencontohkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sebagai salah satu daerah yang dinilai mulai membangun ekosistem untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Contoh-contoh baik banyak di Sulawesi Selatan ini salah satu contoh adalah Sidrap (Kabupaten Sidenreng Rappang) yang bisa mulai membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
Bima mengatakan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) akan terus memfasilitasi pertukaran pengalaman antardaerah.
Pertukaran tersebut dilakukan melalui berbagai forum di daerah untuk mengidentifikasi praktik yang sudah berjalan dan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi.