Wiranto Minta Maaf soal Pernyataan Pengungsi Gempa Ambon

Aditya Pratama
Febrines Stefanif
Menko Polhukam Wiranto menyampaikan permintaan maaf soal pernyataannya mengenai pengungsi gempa Ambon, di Media Center Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (4/10/2019). (Foto: iNews.id/Febrines Stefanif).

Menko Polhukam Wiranto (Foto: Antara/Aprilio Akbar).

Wiranto menerangkan, dalam situasi gempa Ambon saat ini terpenting yakni memberikan bantuan untuk para korban. Berdasarkan laporan yang diterima Kemenko Polhukam masih banyak warga tinggal di hutan-hutan dan gunung karena takut ada tsunami maupun gempa susulan yang lebih dahsyat.

Dia menegaskan, berdasarkan hasil laporan lembaga-lembaga resmi yang terkait dengan masalah gempa bumi dan tsunami, tidak ada informasi semacam itu. Karena itu, kata Wiranto, kewajiban bagi pemerintah daerah memberikan sosialisasi.

"Tugas pemerintah daerah memberikan penjelasan ke masyarakat untuk bisa kembali ke rumah masing-masing karena tempat pengungsian jauh dari pemukiman, maka jaminan kesehatan, penyakit menular, sanitasi, itu menjadi problem yang sangat besar dan menyebabkan suatu hal yang lebih sulit lagi ke depan,” katanya.

Dalam konferensi pers, Senin (30/9/2019) Menko Polhukam mengatakan bahwa masyarakat setempat masih khawatir untuk kembali ke rumah. Ini lantaran mereka mendapat informasi tentang adanya gempa susulan yang berpotensi tsunami.

Wiranto pun meminta warga setempat untuk kembali ke rumahnya masing-masing karena BMKG maupun lembaga resmi lain tidak menginformasikan mengenai adanya gempa susulan atau tsunami tersebut.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
22 jam lalu

Muhammadiyah Ajak Jemaah Galang Dana, Sisihkan Infak Jumat untuk Korban Gempa NTT

1 hari lalu

Bertambah, Korban Tewas Gempa Besar M7,7 di NTT Capai 78 Orang

2 hari lalu

NTT Diguncang 3.752 Gempa Susulan, Jumlah Pengungsi Tembus 92 Ribu

2 hari lalu

Update Korban Gempa M7,7 NTT: 75 Orang Meninggal, 907 Luka-Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal