Wiranto Minta Pendatang Tak Tinggalkan Wamena, Ini Alasannya

Aditya Pratama
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto (tengah) menyebut Benny Wenda terlibat kerusuhan di Wamena, Papua saat konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (30/9/2019). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta para pendatang tidak meninggalkan Wamena, Papua usai kerusuhan. Aparat keamanan saat ini tengah membujuk para pendatang, yang kebanyakan pedagang, untuk tidak meninggalkan Wamena.

"Jadi bisa dibayangkan kalau mereka berbondong-bondong keluar dari Wamena, lalu siapa yang menggerakan roda perekonomian di daerah itu?" ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019).

Usai kerusuhan, para pendatang meminta dievakuasi ke wilayah yang aman. Mantan panglima ABRI ini menuturkan, aparat keamanan, pemerintah daerah, maupun pemuka adat juga memastikan keamanan para pendatang yang menetap di Wamena sehingga dapat menjalankan aktivitasnya, termasuk berdagang.

"Aparat keamanan, pemda sedang berusaha meminta mereka agar tidak pulang ke daerahnya masing-masing, tetapi dengan jaminan keamanan baik dari pemuka adat maupun aparat agar bisa tetap melanjutkan aktivitasnya sebagai penggerak ekonomi agar tidak lumpuh," katanya.

Wiranto mengatakan, kondisi di Wamena saat ini kondusif usai kerusuhan. Namun, ada beberapa hal yang masih harus diperhatikan termasuk soal pengungsi.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pilot Pesawat AMA yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Dilaporkan Tewas

57 tahun lalu

Breaking News: Pesawat Dibakar di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua

57 tahun lalu

Gibran Kunker ke Papua: Pembangunan Tak Lagi Jawa-sentris, tapi Indonesia-sentris

57 tahun lalu

Ini 5 Mahasiswa yang Diajak Gibran Kunjungan Kerja ke NTT hingga Papua 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal