"Sebagai bangsa kalau kita melakukan glorifikasi terhadap status, menurut saya kita mengalami kemunduran. Karena apa? Di dalam masyarakat primitif itu yang diutamakan adalah status, jika kamu tidak punya status kamu bukan siapa-siapa," ujarnya.
Dia mengingatkan masyarakat agar tidak terus-menerus terjebak dalam polemik ijazah yang dinilainya tidak terlalu substantif bagi kepentingan bangsa dan negara.
"Kalau kita terus-menerus seperti ini menurut saya kita terjerembab dalam polemik yang sebetulnya tidak begitu substantif bagi bangsa dan negara," ucap dia.