"Jika China ingin datang dan membuka pabrik untuk membangun mobil mereka di sini, saya akan setuju," kata Trump.
Trump membandingkan rencana tersebut dengan produsen mobil Jepang yang telah membangun fasilitas produksi di Amerika Serikat. Namun, AAPC menilai perbandingan tersebut tidak sepenuhnya memperhitungkan perbedaan kondisi persaingan dengan produsen mobil China.
Kekhawatiran Detroit juga muncul di tengah meningkatnya penetrasi merek mobil China di pasar global. Merek-merek China dilaporkan telah menguasai sekitar 20 persen pasar mobil baru di Meksiko.
Sementara itu, perusahaan konsultan AlixPartners memperkirakan merek otomotif China dapat menguasai sekitar 30 persen pasar global pada 2030.
CEO Ford Jim Farley sebelumnya juga menyoroti perkembangan kendaraan listrik China. Dia bahkan menggunakan Xiaomi SU7 selama beberapa bulan untuk mempelajari lebih jauh produk dan teknologi yang dikembangkan produsen asal China tersebut.
Farley menilai Xiaomi SU7 memiliki kualitas tinggi dan pengalaman digital yang sangat baik.
Kondisi tersebut membuat persaingan dengan produsen China tidak hanya dipandang dari lokasi produksi kendaraan. Bagi tiga produsen besar Detroit, persoalannya juga berkaitan dengan struktur biaya, dukungan pemerintah, serta keuntungan strategis yang dimiliki perusahaan China.