Alasan Orang Indonesia Masih Enggan Beli Mobil Listrik Bekas

Muhamad Fadli Ramadan
Meski penjualannya terus mengalami peningkatan, pasar mobil listrik bekas di Indonesia belum terbentuk. 

JAKARTA, iNews.id - Meski penjualannya terus mengalami peningkatan, pasar mobil listrik bekas di Indonesia belum terbentuk. Kekhawatiran mengenai baterai menjadi salah satu penyebab utama konsumen enggan beli mobil listrik bekas.

Keberadaan mobil listrik di Indonesia baru hadir dalam 3 tahun (2022) terakhir. Berdasarkan penelusuran di bursa mobil bekas Blok M, Jakarta Selatan, tidak terlihat mobil listrik yang terparkir pada barisan kendaraan yang ditawarkan. Pedagang mobil bekas mengaku tak berani mengambil mobil listrik karena akan sulit menjualnya kembali.

"Nggak mau ambil (mobil listrik) saya. Jualnya susah. Sudah begitu harganya fluktuatif ada yang dari Rp360 juta, kemarin di GIIAS turun jadi Rp190 juta, padahal sama-sama baru. Terus mau jualnya gimana," kata Budi seorang pedagang mobil bekas, di Jakarta, belum lama ini.

Budi menuturkan kondisi baterai menjadi pertimbangan utama dalam memasarkan mobil listrik. Apabila sudah lemah, maka harganya akan jatuh dan sulit diterima konsumen di Indonesia.

"Apalagi kalau sudah lemah baterainya. Itu enggak diasuransi, kalau yang asuransi ganti itu kan kalau rusak," ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
3 hari lalu

Intip Fitur Unik Chery Q, Bisa Parkir Otomatis hingga Speaker Eksternal

3 hari lalu

Pabrikan Otomotif Minta Insentif Lebih Adil, Tak Hanya untuk Mobil Listrik

4 hari lalu

Viral Mobil Listrik Hantam Kaca Gedung di SCBD, Kasus Berakhir Damai

5 hari lalu

Jaecoo Bakal Luncurkan Mobil Bisa Parkir Sendiri Tanpa Pengemudi di GIIAS 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal