Hyundai dipersepsikan sebagai merek dengan paket lengkap, mencakup keamanan, kenyamanan, fitur, kemudahan penggunaan, desain premium, serta inovasi teknologi dan konektivitas.
Mitsubishi memiliki asosiasi kuat dalam kualitas kendaraan yang solid dan kenyamanan berkendara. Suzuki dikenal melalui layanan purna jual, jaringan dealer luas, serta harga yang sebanding dengan kualitas produk. Adapun Wuling memiliki citra sebagai salah satu pionir di segmen mobil listrik Indonesia.
"BYD memimpin inovasi dan teknologi mutakhir; Daihatsu dikenal karena layanan purna jualnya; Honda dan Toyota memiliki nilai jual kembali yang tinggi; Hyundai dikenal sebagai paket komplit di sisi keamanan, kenyamanan, fitur, dan penggunaan; Mitsubishi dipercaya dalam kualitas mobil dan kenyamanan berkendara; Suzuki memiliki garansi dan perawatan terbaik; dan Wuling dianggap sebagai pionir EV di Indonesia," kata Susan.
Dia menambahkan, asosiasi merek tersebut menggambarkan bagaimana konsumen memandang setiap produsen otomotif. Meski persepsi tersebut belum tentu sepenuhnya mencerminkan data konkret, hasil pemetaan tetap dapat menjadi masukan bagi pelaku industri.
"Maka dari itu, tiap brand perlu memastikan apakah nilai kuat yang mereka tonjolkan sudah cukup tersampaikan, atau malah harus menyesuaikan kembali untuk menjaring lebih banyak pengguna," ujarnya.
Temuan ini menunjukkan persaingan industri otomotif semakin kompleks. Produsen tidak cukup hanya menghadirkan desain menarik dan teknologi terbaru, tetapi juga harus memastikan kualitas kendaraan, efisiensi, kenyamanan, serta layanan purnajual mampu memenuhi ekspektasi konsumen.