Pemerintah kota juga menggunakan peraturan kebisingan yang lebih luas untuk menertibkan situasi tersebut. Langkah ini diambil karena bunyi klakson mulai menjadi suara rutin yang terdengar setiap akhir pekan di area tersebut.
Meski demikian, aspek hukum dari kebijakan ini tidak sepenuhnya sederhana. Sejumlah pakar hukum menilai aturan tersebut berpotensi menimbulkan perdebatan baru terkait kebebasan berekspresi.
Pengacara yang fokus pada isu Amandemen Pertama Konstitusi AS, Brian Bardwell, menilai pemerintah kota bisa menghadapi tantangan hukum apabila aturan diterapkan secara selektif.
Menurutnya, jika penindakan hanya terjadi ketika bunyi klakson berkaitan dengan aksi protes, maka hal itu dapat menimbulkan kecurigaan di pengadilan.
“Jika membunyikan klakson hanya ditindak ketika terkait dengan protes, hal itu dapat dipertanyakan di pengadilan,” kata Bardwell.
Sementara itu, para pengunjuk rasa sempat mencoba memindahkan lokasi aksi mereka dari depan showroom Tesla. Namun upaya tersebut tidak mengubah situasi secara signifikan.
Pemerintah kota tetap menegakkan aturan yang sama karena kebijakan tersebut tidak hanya menargetkan satu ruas jalan, tetapi juga perilaku penggunaan klakson itu sendiri.
Perdebatan ini memperlihatkan bagaimana tindakan sederhana seperti membunyikan klakson dapat berubah menjadi isu hukum yang kompleks. Di satu sisi, warga menginginkan ketenangan lingkungan.
Di sisi lain, para demonstran melihat bunyi klakson sebagai bentuk dukungan dan ekspresi kebebasan berpendapat di ruang publik.