JAKARTA, iNews.id – Klakson mobil yang biasanya digunakan untuk memperingatkan pengemudi lalai kini memicu kontroversi di sebuah kota negara bagian Ohio, Amerika Serikat (AS). Di Kota Lyndhurst, bunyi klakson justru menjadi pusat perdebatan sengit yang melibatkan aksi protes, kebebasan berbicara, hingga potensi pelanggaran hukum.
Situasi tersebut muncul setelah aksi demonstrasi rutin yang digelar di depan showroom Tesla berlangsung selama lebih dari satu tahun. Demonstrasi itu menyoroti peran kontroversial CEO Tesla, Elon Musk dalam politik Amerika Serikat.
Aksi protes yang digelar setiap pekan itu telah berlangsung selama 57 minggu. Para demonstran berdiri di luar showroom Tesla untuk menyuarakan kritik mereka terhadap keterlibatan Elon Musk dalam dinamika politik nasional.
Para pengemudi yang melintas di jalan tersebut kerap menunjukkan dukungan dengan cara sederhana, yakni membunyikan klakson. Aksi spontan ini membuat suasana jalanan kerap terdengar riuh, bahkan disebut menyerupai kondisi lalu lintas padat seperti di Manhattan.
Namun, suara klakson yang terus terdengar itu memicu keluhan dari warga sekitar. Mereka menganggap kebisingan yang terjadi setiap akhir pekan mulai mengganggu kenyamanan lingkungan tempat tinggal.
Menanggapi keluhan tersebut, pemerintah kota Lyndhurst kemudian memberlakukan zona tenang di sekitar lokasi demonstrasi. Aturan ini dimaksudkan untuk mengurangi kebisingan yang muncul akibat bunyi klakson kendaraan.
Polisi setempat mulai memperingatkan pengemudi yang membunyikan klakson tanpa alasan keselamatan. Sejumlah pengendara bahkan sempat dihentikan oleh petugas.