China Perketat Aturan Mobil Listrik mulai 2026, Tak Ikut Regulasi Insentif Dihapus

Dani M Dahwilani
Untuk EV murni berbobot sekitar dua ton, konsumsi listrik di China maksimal ditetapkan 15,1 kilowatt-jam per 100 kilometer. (Foto: Dok iNews.id/Ilustrasi))

Paket kebijakan ini juga menaikkan ambang batas teknis untuk kendaraan plug-in hybrid dan model jarak jauh, termasuk syarat jarak tempuh listrik murni yang lebih tinggi demi mendapatkan insentif.

Bagi raksasa otomotif China seperti BYD dan Geely, aturan ini sebenarnya bukan hal baru. Banyak model listrik terbaru mereka disebut sudah memenuhi standar efisiensi tersebut, sehingga bisa terus diproduksi dengan penyesuaian minimal.

Sebaliknya, model berukuran besar dan berbobot berat, terutama di kelas dua ton ke atas, diprediksi akan terdampak paling signifikan. Produsen didorong untuk memprioritaskan efisiensi energi di seluruh platform agar tetap kompetitif di tengah kombinasi regulasi ketat dan kebijakan fiskal yang semakin selektif.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
5 hari lalu

Bos ByteDance Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia, Ungguli Gautam Adani

10 hari lalu

Iran Terancam Sanksi Internasional, Rusia dan China: Tak Ada Dasar Hukumnya

10 hari lalu

Rusia-China Kalah Voting di DK PBB, Agenda Sanksi Iran Tetap Berlanjut

11 hari lalu

15 Mobil Terlaris di Indonesia Agustus 2026, Mobil Listrik Kembali Merajai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal