Salah satu proposal yang lolos dari komite Senat pada Juli berpotensi berdampak terhadap Mercedes-Benz. Investor China diketahui memiliki hampir 20 persen saham perusahaan asal Jerman tersebut.
Volvo juga menghadapi persoalan serupa karena perusahaan tersebut sepenuhnya dimiliki Geely, grup otomotif asal China.
Aliansi menyatakan menginginkan regulasi yang seimbang sehingga aturan untuk membatasi pengaruh China tidak justru merugikan produsen mobil yang sudah menjadi bagian dari industri AS.
Xiaomi Siap Masuk Eropa
Di tengah upaya AS mempersempit akses kendaraan China, produsen otomotif Negeri Tirai Bambu justru terus memperluas pasar global. Xiaomi, perusahaan teknologi yang kini serius mengembangkan mobil listrik, berencana memulai penjualan kendaraan di Eropa pada 2027.
Xiaomi bahkan telah menandatangani kontrak dengan delapan grup dealer di Jerman. Kehadiran Xiaomi akan menambah daftar produsen China yang berusaha memperbesar penetrasi di pasar Eropa, seperti BYD, Xpeng, Leapmotor dan Nio.