JAKARTA, iNews.id - Transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan progres nyata. Tak hanya mengikuti tren global keberlanjutan, efisiensi operasional juga menjadi faktor utama yang mendorong adopsi kendaraan listrik, khususnya di sektor transportasi publik.
Di Jakarta, Transjakarta kini telah mengoperasikan sekitar 500 unit bus listrik dari berbagai merek seperti VKTR, BYD, Golden Dragon, Zhongtong, Skywell, hingga Higer. Namun, seluruh armada tersebut masih didominasi bus besar dengan panjang di atas 12 meter, yang belum sepenuhnya mampu menjangkau ruas-ruas jalan sempit di wilayah operasional Jaklingko atau Minitrans.
Padahal, selama puluhan tahun, bus medium justru menjadi tulang punggung transportasi publik ibu kota. Mulai dari Kopaja, Metro Mini, hingga Koantas Bima, bus-bus berukuran sedang terbukti fleksibel, efisien, dan sanggup menembus beragam kondisi jalan.
Sayangnya, hingga kini segmen bus medium listrik masih menjadi 'lubang kosong' dalam ekosistem transportasi ramah lingkungan Jakarta. Dan peluang inilah yang ditangkap PT Energi Makmur Buana (INVI), bagian dari Indika Energy Group.
INVI resmi meluncurkan Higer EV Bus Medium 7,5 Meter High Deck, bus listrik berukuran medium yang diklaim siap menjawab kebutuhan operasional di jalur-jalur yang selama ini tak tersentuh bus listrik.
Dengan panjang sekitar 7,5 meter dan desain high deck, bus ini dirancang lebih lincah untuk melintasi jalan sempit tanpa mengorbankan kapasitas dan kenyamanan. Kehadirannya sekaligus mendukung komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuju net zero emission pada 2050.
"INVI hadir untuk memastikan transisi ke kendaraan listrik tidak hanya berkelanjutan, tapi juga feasible secara operasional dan bisnis," ujar President Director INVI, Alif Prasetyo, di sela Customer Gathering di Kelapa Gading, belum lama ini.