"Mudah-mudahan setelah pertemuan ini, angka 2027 bisa berubah jadi 2026. Tahun depan kita sudah bisa mengoperasikan bus medium bertenaga listrik," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Direktur Operasional INVI, Yusa Oktavia, menyatakan optimisme tinggi. Dia menegaskan pengalaman operasional 60 unit bus listrik INVI di Medan menjadi bekal penting. Armada tersebut telah menghadapi kondisi ekstrem, termasuk banjir, dan tetap bisa kembali beroperasi dalam waktu kurang dari 2x24 jam.
"Ini menunjukkan pentingnya kesiapan teknis, respons mekanik, dan koordinasi operasional yang solid," jelas Yusa.
Selain pengalaman lapangan, INVI juga mengklaim telah menyiapkan ekosistem pendukung, mulai dari teknisi tersertifikasi OEM, workshop siap pakai, ketersediaan suku cadang, hingga skema Fleet Maintenance Contract (FMC) yang disesuaikan kebutuhan operator.
Tak hanya fokus operasional, INVI juga berkomitmen mendukung industri kendaraan listrik nasional melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap. Salah satu langkah strategisnya adalah pembentukan PT IMAI sebagai basis kegiatan perakitan.
"Pendekatan ini dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab, sejalan dengan kesiapan pasar dan ekosistem," ujar Yusa.