“Penelitian tentang kualitas udara di kabin menunjukkan recirculation menjadi faktor utama meningkatnya karbon dioksida. Artinya, kualitas udara bisa berpengaruh pada rasa mengantuk, lelah, dan menurunnya kemampuan konsentrasi,” ujarnya.
Karena itu, pengguna mobil listrik tetap perlu memperhatikan sejumlah hal sebelum memutuskan tidur atau beristirahat di dalam kendaraan dengan AC menyala.
Pertama, manfaatkan fitur khusus yang disediakan produsen kendaraan. Beberapa mobil listrik memiliki fitur seperti Camp Mode atau Utility Mode yang dirancang untuk mempertahankan fungsi tertentu, termasuk AC, ketika kendaraan dalam kondisi parkir.
Kedua, perhatikan pengaturan sirkulasi udara. Jangan mengandalkan mode recirculation dalam waktu lama tanpa adanya pertukaran udara segar dari luar.
Ketiga, pastikan kapasitas baterai mencukupi. AC yang tetap menyala ketika kendaraan diparkir tetap menggunakan energi baterai sehingga pengguna perlu memastikan daya tersedia untuk kebutuhan istirahat dan perjalanan berikutnya.
Keempat, pilih lokasi parkir yang aman dan memiliki ventilasi memadai. Hindari berada di dalam garasi atau ruang tertutup yang memungkinkan gas buang dari kendaraan lain masuk ke area sekitar mobil.
Memahami perbedaan sistem penggerak kendaraan dan memperhatikan kualitas udara di dalam kabin, beristirahat di mobil listrik dengan AC menyala dapat dilakukan dengan lebih aman. Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan sirkulasi udara, kapasitas baterai, serta lokasi parkir agar kenyamanan tidak mengabaikan faktor keselamatan.