JAKARTA, iNews.id - Niat hati ingin melepas lelah sejenak di dalam mobil yang sejuk sering kali terhalang rasa waswas. Selama ini, tidur di dalam kendaraan berhenti dengan pendingin udara (AC) menyala kerap dikaitkan dengan risiko keracunan gas buang.
Kekhawatiran tersebut terutama berlaku pada mobil bermesin pembakaran internal. Namun, kondisi berbeda terdapat pada kendaraan listrik (EV) yang tidak menggunakan mesin pembakaran internal sebagai sumber tenaga.
Praktisi Bisnis Lingkungan yang akrab disapa Bang Sap mengatakan, mobil listrik memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi bagi pengemudi atau penumpang yang ingin beristirahat di dalam kabin dengan AC menyala. Ancaman utama pada mobil konvensional berasal dari gas hasil pembakaran bahan bakar.
"Tidur di dalam mobil listrik dengan AC menyala ternyata enggak berbahaya loh. Kita tahunya kan bisa bikin keracunan gas, bahkan sampai meninggal. Tapi di mobil listrik, ceritanya beda," kata Bang Sap, dikutip Jumat (28/8/2026).
Dia menjelaskan, mobil konvensional menghasilkan gas buang, termasuk karbon monoksida (CO), dari proses pembakaran bahan bakar. Gas tersebut sangat berbahaya jika terhirup dalam konsentrasi tinggi, terutama ketika kendaraan berada di ruang tertutup.