JAKARTA, iNews.id - Mazda Indonesia Plant menjadi tonggak penting perjalanan PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia. Fasilitas perakitan ini menjadi bukti komitmen investasi jangka panjang Mazda sekaligus memperkuat peran perusahaan dalam pengembangan industri otomotif nasional.
Berbeda dengan fasilitas perakitan yang menggunakan lini produksi bersama, Mazda memilih membangun dedicated assembly facility yang secara khusus dirancang untuk memproduksi kendaraan Mazda. Seluruh fasilitas produksi, mesin, peralatan, hingga area pengujian dipersiapkan untuk memenuhi standar manufaktur global Mazda.
Model pertama yang diproduksi di Mazda Indonesia Plant adalah The New Mazda CX-30 dengan metode Completely Knocked Down (CKD). Mobil tersebut mulai dirakit secara lokal di fasilitas Mazda yang berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat.
Product Marketing dan Promotion Strategy Manager PT Eurokars Motor Indonesia, Glen Reinner mengatakan Mazda CX-30 rakitan Indonesia mengadopsi Mazda Global Manufacturing Standards. Meski diproduksi di dalam negeri, kualitas, engineering, craftsmanship, hingga karakter berkendaranya tetap sama dengan model yang dipasarkan secara global.
"Standar produksi sama dengan tempat produksi di Hiroshima, Jepang. Sebab semua fasilitas, kualitas SDM dan kualiti kontrol harus sama berstandar global," ujar Glen Reinner saat berbincang dengan jurnalis iNews.id di GIIAS 2026.