Mercedes-Benz Terancam Dilarang Jual Mobil di AS, Takut Kepemilikan Saham China

Dani M Dahwilani
Mercedes-Benz berpotensi terkena dampak RUU baru di Amerika Serikat yang bertujuan membatasi pengaruh China dalam industri otomotif. 

Beberapa tahun lalu kondisi tersebut tidak menjadi persoalan. Namun, perubahan arah kebijakan Amerika Serikat dalam menghadapi pengaruh ekonomi China membuat kepemilikan tersebut kini menjadi perhatian serius.

RUU yang diusulkan memberikan pengecualian bagi produsen otomotif yang telah lama memproduksi kendaraan di Amerika Serikat. Namun, terdapat klausul yang dapat menghapus perlindungan tersebut apabila perusahaan memiliki hubungan kepemilikan langsung maupun tidak langsung dengan pemerintah negara yang dianggap sebagai musuh asing.

Klausul inilah yang berpotensi menyeret Mercedes-Benz ke dalam cakupan aturan tersebut karena keterlibatan BAIC sebagai pemegang saham utama.

Padahal, Mercedes-Benz memiliki kontribusi besar terhadap industri otomotif Amerika Serikat. Perusahaan itu mempekerjakan sekitar 10.000 karyawan di berbagai fasilitas produksi di AS.

Belum lama ini Mercedes-Benz juga merayakan pencapaian produksi kendaraan ke-5 juta di Amerika Serikat. Selain itu, perusahaan sedang memindahkan produksi model GLC ke fasilitas manufakturnya di negara tersebut.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

Harga Minyak Dunia Makin Mendidih, Brent Sentuh Level Tertinggi dalam 6 Bulan

2 hari lalu

Panglima Angkatan Darat Iran Perintahkan Tentara Siaga Tinggi, Ada Apa?

2 hari lalu

Gempa M7 Tibet China Tewaskan 16 Orang, Xi Jinping Perintahkan Operasi SAR Besar-besaran

3 hari lalu

Kisah Inspiratif Ginalia Sudirman, Chef Indonesia Sukses di Dapur Amerika Serikat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal