YOGYAKARTA, iNews.id - Persaingan kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin ketat seiring hadirnya berbagai merek mobil China dengan teknologi hybrid hingga plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Meski demikian, Toyota menilai kehadiran kompetitor tersebut belum mengganggu penjualan maupun pangsa pasarnya.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan, produk elektrifikasi dari merek China saat ini memiliki sasaran konsumen yang berbeda dengan produk hybrid Toyota.
"Pada dasarnya kita sangat berterima kasih bahwa kompetitor datang dengan produk-produk unggulan mereka. Ini menambah semangat kompetisi untuk menghadirkan produk terbaik buat customer," kata Bansar dalam rangkaian Journalist Media Test Drive di Yogyakarta, Senin (14/9/2026).
Dia menilai, kehadiran teknologi plug-in hybrid justru menunjukkan semakin beragamnya pilihan teknologi elektrifikasi bagi konsumen di Indonesia. "Untuk saat ini memang kalau dilihat bahwa penjualan Veloz kita masih tetap di atas 2.000 sebulan. Ini kan sangat head to head dengan kompetisi yang ada," ujarnya.
Bansar menilai kondisi tersebut menunjukkan konsumen Indonesia memiliki preferensi teknologi yang beragam. Kehadiran PHEV dari sejumlah produsen, termasuk merek China, dinilai dapat memperluas pilihan bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi.