"Ini mungkin menambah pasar preferensi dari customer terhadap teknologi plug-in hybrid. Ini juga merupakan salah satu langkah ataupun unggulan positif dari semua makers, bukan hanya Japan makers, untuk menghadirkan produk unggulan di Indonesia," katanya.
Dia menegaskan, persaingan tersebut tidak serta-merta berarti konsumen yang menjadi sasaran Toyota sama dengan konsumen produk PHEV. Menurut Bansar, setiap teknologi memiliki karakteristik dan target pasar masing-masing.
"Sehingga memberikan choice bagi semua customer. Bukan berarti customer yang sama, tapi juga customer yang berbeda yang memilih teknologi tersebut," katanya.
Dari sisi penjualan, Bansar memastikan performa Toyota masih menunjukkan tren positif. Dia mengatakan kehadiran produk elektrifikasi dari kompetitor belum memberikan tekanan berarti terhadap penjualan Toyota.
"Kalau penjualan sebetulnya tidak, karena kita masih dibandingkan dengan tahun lalu. Tapi mungkin karena secara pasar otomotif memang kuenya terbagi. Secara penjualan Toyota kita masih meningkat," katanya.