“Instrumen itu sudah tersedia, hadirin sekalian. Tetapi kita semuanya masih belum menyambutnya dengan gegap gempita,” ucapnya.
Dorong Riset dan Teknologi Kendaraan Listrik Lokal
Moeldoko turut menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda, perguruan tinggi, dan peneliti dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik. Indonesia perlu memperkuat riset dan inovasi agar tidak terus bergantung pada teknologi dari luar negeri.
Selain itu, lembaga standardisasi dinilai memiliki peran penting dalam memastikan keamanan komponen kendaraan listrik, termasuk baterai dan motor listrik. Kolaborasi berbagai pihak dibutuhkan agar kemampuan teknologi nasional dapat berkembang seiring pertumbuhan industri EV.
“Enggak bisa hanya pemerintah, tidak bisa hanya swasta sendirian, tidak bisa hanya apa itu para periset, para penentu standardisasi, tidak bisa. Semuanya harus bergerak sama-sama,” ujarnya.
Moeldoko berharap PEVC 2026 menghasilkan gagasan yang dapat memperkuat industri kendaraan listrik nasional. Menurutnya, momentum peralihan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong inovasi, dan memperbesar keterlibatan industri dalam negeri dalam rantai pasok kendaraan listrik.
“EV sebuah momentum. Jangan dibiarkan, nanti kita menjadi penonton kembali,” katanya.