Pasar Mobil Seret, Industri Otomotif Tahan Napas Tunggu Kepastian Insentif 

Dani M Dahwilani
Industri otomotif nasional masih menahan napas menunggu kepastian kebijakan pemerintah terkait insentif pada 2026. (Foto: Dok)

Dia menekankan sektor otomotif memiliki peran strategis, mulai dari penyerapan tenaga kerja, kontribusi terhadap perekonomian, hingga keterkaitan erat dengan rantai pasok industri nasional.

“Kemenperin akan terus memberikan perhatian khusus kepada sektor otomotif. Sektor ini terlalu penting untuk kita abaikan. Tidak mungkin kita abaikan,” ujar Agus Gumiwang, baru-baru ini.

Atas kondisi tersebut, industri otomotif kini menunggu langkah konkret pemerintah, berharap kebijakan 2026 mampu menggerakkan kembali pasar dan menjaga roda industri tetap berputar.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto memastikan insentif mobil listrik tidak diperpanjang pada 2026, dengan alasan program awal sudah berhasil menarik investasi pabrikan, dan anggaran akan dialihkan untuk pengembangan mobil nasional agar industri otomotif dalam negeri lebih mandiri. 

Penghentian ini juga berpotensi menaikkan harga mobil listrik karena hilangnya diskon pajak dan insentif impor, serta membuka peluang bagi kendaraan hybrid. 

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
10 hari lalu

Insentif SPPG Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Jamin Mitra Tetap Dapat Untung

11 hari lalu

Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Tekan Harga Tiket Pesawat saat Libur Nataru

13 hari lalu

Insentif Dapur MBG Diubah Jadi Rp2.000 per Porsi, Berlaku Mulai 5 Oktober

23 hari lalu

Genjot Penjualan Otomotif, Gaikindo Auto Week Digelar di 10 Kota

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal