Pemerintah Desak Produsen Mobil Listrik Lokalisasi Baterai, Wajib Pakai Nikel?

Muhamad Fadli Ramadan
Lokalisasi baterai mobil listrik menjadi salah satu cara yang dilakukan demi memanfaatkan produk dalam negeri dan menyerap banyak lapangan kerja. (Foto: M Fadli/Ist)

Sekadar informasi, saat ini mobil listrik Omoda E5 menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang diproduksi BYD. Namun, Chery memastikan mereka juga memproduksi baterai jenis nikel di China.

“Sebenarnya kami sudah memiliki rencana, Chery akan memakai sumber daya lokal guna mencoba membantu pembangunan, Jadi sekarang baterai kita adalah FLP lalu sedang menyesuaikan (beralih ke nikel) secara bertahap,” ucap Qu Jizong, Executive Vice President PT CSI.

Saat ini, Hyundai menjadi produsen mobil listrik yang memiliki fasilitas sistem baterai di Indonesia. Pabrik ini akan mulai beroperasi pada tahun ini yang akan menyuplai baterai untuk 150 ribu unit mobil listrik per tahun.

Sementara itu, Toyota juga menggunakan nikel sebagai baterai mobil listrik. Mereka merakit baterai nikel lithium ion untuk mobil hybrid di fasilitas pabrik PT Toyota Manufacturing Motor Indonesia (TMMIN), Karawang, Jawa Barat.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Aksesoris
3 hari lalu

BYD Kenalkan Blade Battery Generasi Kedua, Isi Daya 97 Persen Hanya 9 Menit

Aksesoris
6 hari lalu

Tempat Penyimpanan Baterai EV Rentan Kebakaran, Tak Sembarangan Ruangan Dilapisi Cat Khusus

Nasional
1 bulan lalu

Antam-Huayou Bentuk Konsorsium Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp100 Triliun

Mobil
2 bulan lalu

Jangan Asal Terjang! 4 Hal Perlu Diperhatikan Pemilik Mobil Listrik saat Banjir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal