Secara historis, populasi kendaraan listrik nasional mengalami lonjakan tajam dari hanya 3.894 unit pada 2020, meningkat menjadi 15.883 unit pada 2021, lalu melonjak ke 41.743 unit pada 2022. Tren pertumbuhan berlanjut pada 2023 dengan 116.439 unit, naik lagi menjadi 207.478 unit pada 2024, hingga akhirnya menembus 333.561 unit pada 2025.
Menanggapi itu, Ketua Umum Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS), Munawar Chalil mengatakan sebagai lembaga netral, inklusif, independen pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam membangun industri otomotif.
"Kami berharap dapat berkontribusi terhadap perkembangan industri otomotif nasional, meningkatkan pemahaman masyarakat luas mengenai perkembangan teknologi dan manfaatnya bagi kehidupan, serta mendorong perumusan arah kebijakan yang relevan bagi industri dan selaras dengan visi jangka panjang pemerintah,” kata Munawar Chalil.
Kementerian Perindustrian menilai pertumbuhan eksponensial menjadi indikator keberhasilan program percepatan kendaraan listrik nasional. Dominasi roda dua juga dinilai mencerminkan karakter pasar Indonesia yang kuat di segmen kendaraan harian, sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur dan ekosistem pendukung yang terus berkembang.
Ke depan, pemerintah berharap pertumbuhan ini dapat diikuti dengan peningkatan komponen lokal, perluasan infrastruktur pengisian daya, serta penguatan industri baterai nasional guna menopang target elektrifikasi transportasi secara berkelanjutan.