JAKARTA, iNews.id – Peta pasar kendaraan bermotor roda empat di Indonesia mengalami perubahan besar dalam 5 tahun terakhir. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan dominasi kendaraan berbahan bakar konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE) terus menurun, seiring melonjaknya penjualan kendaraan listrik dan hybrid.
Pada 2021, kendaraan ICE masih menguasai 99,64 persen pangsa pasar dengan penjualan mencapai 884.009 unit. Namun, pada 2025, angkanya turun tajam menjadi 78,29 persen atau 629.194 unit, menandai pergeseran preferensi konsumen yang semakin nyata.
"Di sisi lain, kendaraan ramah lingkungan mencatatkan pertumbuhan signifikan. Hybrid Electric Vehicle (HEV) melonjak dari hanya 0,28 persen pada 2021 menjadi 8,13 persen di 2025, dengan volume penjualan naik drastis menjadi 65.323 unit," ujar Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Patia Jungjungan Monangdo dalam diskusi Insentif EV Dihapus, Kemana Arah Masa Depan Industri Otomotif di Indonesia? di IIMS 2026, Selasa (10/2/2026).
Dia menerangkan lonjakan paling mencolok terjadi pada Battery Electric Vehicle (BEV). Jika pada 2021 pangsa pasarnya baru 0,08 persen dengan penjualan 685 unit,pada 2025 BEV melesat ke 12,93 persen atau 103.931 unit. Tren ini memperlihatkan akselerasi adopsi mobil listrik murni di pasar domestik.
Sementara itu, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) masih berada pada porsi kecil. Pada 2025, PHEV mencatatkan pangsa 0,65 persen dengan penjualan 5.235 unit, meski secara tren tetap menunjukkan pertumbuhan.
"Kementerian Perindustrian menilai peningkatan pangsa pasar kendaraan listrik, khususnya HEV dan BEV, menjadi sinyal kuat keberhasilan kebijakan dan insentif pemerintah. Dukungan fiskal, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya kesadaran konsumen dinilai mulai membuahkan hasil," kata Junjungan.