Punya Mobil Hybrid Tak Boleh Jorok, Ini Pantangannya

Dani M Dahwilani
Di balik keunggulan teknologinya, perawatan mobil hybrid berbeda dengan kendaraan konvensional tak boleh jorok. (Foto: Toyota)

Dia menjelaskan jika heat transfer terhambat, maka baterai jadi cepat panas dan membuat makin singkat usia pakainya. "Kondisi baterai akan menurun dalam kurun waktu 7 sampai 8 tahun, seperti baterai HP lama kelamaan kualitas baterainya menurun. Kalau kabin kotor bisa lebih pendek umur baterainya," kata Ko Lung Lung. 

Sebab itu, dia menyarankan agar pengemudi tidak sering buka jendela mobil apalagi merokok di dalam kabin. "Jangan suka merokok sambil buka jendela. Di mobil elektrik kebersihan nomor satu supaya baterai tahan lama," ujarnya.

Ko Lung Lung juga mengingatkan untuk servis sebaibya dilakukan di bengkel yang bisa menangani mobil hybrid. Dia juga menyarankan untuk tidak ganti oli sembarangan. "Jika asal servis atau ganti oli dalam beberapa bulan bisa rontok. Ini terkait dengan kelistrikan," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
18 hari lalu

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia Melonjak, Toyota Kuasai 65 Persen Pasar Hybrid EV

24 hari lalu

Boyong 4 Mobil Hybrid di GIIAS 2026, Efisiensi Bahan Bakar Kendaraan Jadi Fokus Suzuki 

1 bulan lalu

Mitsubishi Luncurkan Xforce Hybrid di Indonesia, Jarak Tempuh Tembus 1.000 Km

2 bulan lalu

Xpeng Tahan Peluncuran Mobil Hybrid di Indonesia, Tunggu Kepastian Regulasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal