Robot Humanoid Mulai Gantikan Pekerja Pabrik, tapi Masih Kalah Cepat dari Manusia

Dani M Dahwilani
Teknologi robot humanoid masih menghadapi tantangan besar karena belum mampu bekerja secepat manusia. (Foto: BMW)

Kepala Produk GM Sterling Anderson sebelumnya menilai tangan dapat memberikan manfaat di lingkungan pabrik, sementara kegunaan kaki belum tentu diperlukan. Renault bahkan telah memperkenalkan robot dengan desain tanpa kepala untuk kebutuhan otomasi industri.

Ancam Lapangan Kerja

Perkembangan robot humanoid juga memunculkan kekhawatiran terkait masa depan tenaga kerja. Produsen mobil menilai robot dapat mengisi pekerjaan berulang yang sulit mendapatkan pekerja sekaligus membuka kebutuhan baru untuk tenaga ahli yang bertugas merawat dan mengoperasikan mesin.

Di sisi lain, perwakilan buruh khawatir otomatisasi justru mengurangi jumlah tenaga kerja di industri manufaktur. Perdebatan ini diperkirakan semakin besar seiring robot humanoid mulai digunakan secara lebih luas.

Untuk saat ini, revolusi robot humanoid di pabrik belum sepenuhnya terwujud. Teknologi tersebut memang sudah mampu berjalan, mengambil barang, dan menjalankan sejumlah tugas, tetapi manusia masih memiliki satu keunggulan penting, bekerja lebih cepat.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
24 hari lalu

AiMOGA Debut di Eropa, Pamer Robot Keamanan dan Perawat di IFA 2026

28 hari lalu

Antam Bangun Pabrik Emas Rp1,1 Triliun di Gresik, Produksi hingga 30 Ton per Tahun

29 hari lalu

Robot Humanoid AiMOGA Masuk Indonesia, Bisa Jadi Asisten Pribadi

31 hari lalu

2.000 Robot Humanoid AiMOGA Dikirim ke Lebih 60 Negara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal